Cadangan Piutang Tak Tertagih

piutang01

Dalam praktik akuntansi terutama untuk basis akrual, timbulnya utang dan piutang merupakan hal yang wajar  dan biasa terjadi. Untuk piutang, biasanya timbul karena kebijakan kredit dari perusahaan dalam penjualan barang atau jasa perusahaan kepada pihak lain. Namun, terkadang terjadi suatu keadaan tidak tertagihnya sebagian piutang oleh perusahaan, hal ini merupakan konsekuensi dari kebijakan kredit yang biasanya dilakukan oleh perusahaan yang bertujuan meningkatkan penjualan barang atau jasa perusahaan, Hendriksen dan Breda dalam Sugiri dan Sumiyana (2005) mengungkapkan tidak tertagihnya piutang mencerminkan aliran keluar (outflow) aktiva atau aset sebagai upaya untuk memperoleh pendapatan (revenue). Oleh karena itu, piutang tak tertagih dikategori sebagai biaya (expense). Meskipun begitu, terdapat pandangan teoretis bahwa piutang tak tertagih (bad debt) diakui sebagai pengurang penjualan, serupa dengan perlakuan potongan penjualan dan retur penjualan.

Untuk pengakuan kerugian dari piutang tak tertagih biasanya digunakan dua metode yaitu:

  1. Metode cadangan, yang mengakui rugi piutang tak tertagih pada periode penjualan kredit yang sedang berjalan dengan cara menaksir dan bukan pada saat periode dihapusnya piutang.
  2. Metode langsung, atau metode penghapusan langsung yang mengakui rugi pada saat telah terjadi penghapusan piutang dengan mendebit Biaya Piutang tidak tertagih dan mengkredit Piutang Usaha, namun metode ini hanya diperbolehkan apabila jumlahnya tidak material.

Metode Cadangan

Untuk metode cadangan penaksiran jumlah piutang yang tidak dapat ditagih dilakukan pada akhir periode ketika perusahaan akan menyusun laporan keuangan untuk digunakan pada periode tersebut. Ada dua dasar yang biasa digunakan untuk menentukan jumlah kerugian piutang tak tertagih, yaitu:

 1. Pendekatan Laporan Laba.

Pada pendekatan ini, perhitungan taksiran piutang tak tertagih mendasarkan pada penjualan selama satu periode pelaporan. Untuk memperoleh jumlah taksiran biasanya dilakukan dengan cara mengalikan prosentase tertentu, dengan jumlah penjualan pada periode tersebut. Untuk memperoleh prosentase piutang tak tertagih dengan menggunakan cara menghitung perbandingan piutang yang tak tertagih atau yang dihapus dengan jumlah penjualan tahun lalu kemudian tinggal disesuaikan dengan periode yang berjalan. Secara logika piutang tak tertagihmuncul karena penjualan kredit, oleh karena itu akan lebih baik jika piutang tak tertagih dihitung dengan menggunakan dasar penjualan kredit. Namun pada praktiknya pemisahan antara penjualan kredit dan debit dapat menimbulkan pekerjaan tersendiri, maka untuk praktisnya prosentase piutang tak tertagih bisa menggunakan dasar jumlah penjualan periode berjalan.

Contoh: Penjualan kredit tahun 2013 adalah Rp 20juta. Berdasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya manajemen menaksir risiko piutang tak tertagih adalah 5% dari jumlah penjualan kredit, sehingga biaya piutang tak tertagih untuk tahun 2013 adalah Rp 1 juta (5% x 20 juta). Jurnal penyesuaian untuk mencatat taksiran tersebut pada akhir tahun 2013 adalah:

Cadangan Piutang 00

Pendekatan laporan laba tidak memperhatikan saldo rekening cadangan piutang tak tertagih sebelum penyesuaian, meskipun mungkin ada sisa saldo pada rekening cadangan piutang tak tertagih yang berasal dari periode sebelumnya.

2. Pendekatan neraca atau laporan posisi keuangan

Pada pendekatan ini, cadangan piutang tak tertagih ditentukan dari saldo piutang akhir periode. Cara perhitungan yang bisa dilakukan ada 3 cara yaitu (a) Jumlah taksiran piutang tak tertagih dinaikan sampai prosentase tertentu dari saldo piutang akhir periode, (b) taksiran piutang tak tertagih ditambah dengan prosentase tertentu dari saldo piutang, dan (c) jumlah taksiran piutang tak tertagih dinaikkan hingga suatu jumlah yang dihitung dengan menganalisa umur piutang.

  • Jumlah taksiran piutang tak tertagih dinaikan sampai prosentase tertentu dari saldo piutang akhir periode. Untuk memperoleh cadangan piutang tak tertagih yaitu dengan mengalikan prosentase tertentu terhadap saldo piutang akhir periode, setelah itu hasil perhitungan tadi dikurangi atau ditambah dengan saldo rekening piutang tak tertagih. Misalkan pada 31 Des 2013 rekening piutang sebesar 20 juta dan rekening cadangan piutang tak tertagih menunjukkan saldo kredit sebesar 250.000. Prosentase piutang tak tertagih ditetapkan sebesar 5% dari saldo piutang. Maka jumlah yang akan dicatat pada jurnal adalah sebesar 1.000.000 (5%x20 juta) dikurangi jumlah sisa saldo pada rekening cadangan piutang tak tertagih (250.000) yaitu 750.000, dengan jurnal sebagai berikut.

Cadangan Piutang 01

Metode ini menghubungkan cadangan piutang tak tertagih dengan saldo piutang yang ada sehingga menunjukkan jumlah piutang yang diharapkan dapat ditagih. Tapi jika melihat dari sudut pandang laporan laba rugi maka metode tidak dapat menunjukkan berapa taksiran piutang tak tertagih yang sebenarnya untuk periode ini, karena dalam perhitungannya dipengaruhi oleh perhitungan cadangan piutang tak tertagih periode sebelumnya.

  • Cadangan ditambah dengan prosentase tertentu dari saldo piutang. Secara teknis tidak jauh berbeda dengan metode sebelumnya, hanya saja pada metode ini hasil perkalian dari prosentase piutang tak tertagih dengan saldo piutang langsung dicatat ke cadangan piutang tak tertagih tanpa memperhatikan saldo yang telah ada sebelumnya. Jika dari data diatas maka jurnal yang akan muncul adalah:

Jika sesuai dengan data diatas, pada rekening cadangan piutang tak tertagih terdapat saldo sebesar Rp250.000 dari periode sebelumnya, lalu kemudian ditambah dengan cadangan piutang tak tertagih periode sekarang Rp1.000.000 maka akan didapat total cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp1.250.000. Metode ini dapat menghubungkan piutang tak tertagih pada periode berjalan dengan saldo piutang periode berjalan dan tanpa dipengaruhi perhitungan saldo cadangan piutang tak tertagih dari periode sebelumnya.

  • Jumlah cadangan dinaikkan sesuai perhitungan analisa umur piutang. Metode ini membutuhkan penelusuran dengan seksama rekening-rekening pembantu piutang dari masing-masing individu atau pelanggan yang kemudian dikelompokkan menjadi dua, yaitu yang belum menunggak dan yang menunggak atau melebihi jangka waktu kredit. Selanjutnya rekening individu dan pelanggan menunggak kembali digolongkan berdasarkan jangka waktu tunggakannya, misalnya kurang dari satu bulan, lalu satu hingga dua bulan dan seterusnya. Setelah pengelompokkan berdasar umur tunggakan maka langkah selanjutnya adalah menentukan besaran prosentase dari masing-masing umur tunggakan atau piutang yang tak tertagih.

 

Dari perhitungan diperoleh jumlah Rp2.330.000 sebagai cadangan piutang tak tertagih, namun jika di rekening cadangan piutang tak tertagih telah ada sisa saldo dari periode sebelumnya, maka jumlah saldo dalam rekening cadangan piutang tak tertagih dapat dijadikan pengurang untuk periode sekarang. Semisal dalam saldo rekening cadangan piutang tak tertagih terdapat sisa dari periode sebelumnya sebesar Rp250.000 maka untuk rekening cadangan piutang tak tertagih untuk periode sekarang sebesar Rp2.080.000 (Rp2.330.000-Rp250.000), jurnal yang digunakan untuk mencatat adalah

Metode ini menunjukkan jumlah piutang yang dapat ditagih sesuai dengan kondisi yang berlaku sekarang, karena metode ini melalui pengecekan dan penaksiran dari masing-masing individu atau pelanggan dengan teliti, jumlah piutang yang akan tertera di neraca atau laporan posisi keuangan lebih mendekati kenyataan, data yang didapat pada metode ini sangat bermanfaat bagi manajemen terutama untuk pengendalian atau analisa kredit. Namun di sisi lain metode ini memakan banyak waktu dan biaya terutama jika mempunyai daftar pelanggan dengan jumlah banyak, tapi kekurangan tersebut dapat dikurangi dengan penggunaan pembukuan berbasis komputer.

Penghapusan piutang

Menaksir jumlah piutang tak tertagih dan menjurnalnya pada akhir periode tidak boleh diartikan sebagai penghapusan piutang, metode pencadangan dilakukan karena adanya prinsip kehati-hatian atau konservatisme dalam akuntansi. Penghapusan piutang dilakukan apabila sudah ada keputusan dari manajemen, misalnya setelah manajemen mengetahui bahwa klien atau pelanggan telah meninggal dunia atau mengalami kebangkrutan, penghapusan piutang merupakan keputusan internal perusahaan dan tidak perlu untuk memberitahukan klien atau pelanggan yang menjadi debitor sehingga masih ada kemungkinan jika suatu saat piutang tersebut akan dibayar oleh debitor. Penghapusan piutang dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Namun jika terjadi pelunasan ketika piutang telah dihapus maka jurnal yang dibuat adalah:

Atau jika seandainya jurnal tersebut akan dipisah menjadi dua jurnal dengan memunculkan piutangnya kembali maka jurnal yang dibuat ketika memunculkan piutang kembali adalah:

Dan jurnal untuk mencatat penerimaan uangnya adalah:

Metode Penghapusan Langsung

Untuk perusahaan-perusahaan yang relatif kecil terkadang mereka tidak membuat cadangan piutang tak tertagih, jika klien atau pelanggan sebagai debitur tidak dapat melunasi piutang, maka piutang yang tak tertagih langsung diakui sebagai kerugian atau sebagai biaya dengan mencatat jurnal berikut:

Kemudian ketika ada pemberitahuan dari klien atau pelanggan sebagai debitur yang akan membayar piutang yang telah dihapus oleh perusahaan, maka perusahaan harus memunculkan kembali piutang yang sebelumnya telah dihapus dengan jurnal berikut:

Setelah kembali dimunculkan, tentunya akan ditindaklanjuti dengan pembuatan jurnal ketika terjadi penerimaan uang dari klien atau pelanggan sebagai debitur atas piutang yang telah dihapus, maka perusahaan mencatatnya dengan jurnal:

 

Apabila perusahaan telah terlanjur menghapus piutang yang tak tertagih pada periode sebelumnya, lalu kemudian pada periode sekarang perusahaan mendapat informasi bahwa klien atau pelanggan sebagai debitor akan membayar piutangnya, maka perusahaan harus memunculkan kembali piutang yang telah dihapus sebelumnya dengan mencatat jurnal sebagai berikut:

Kesimpulan:

Cadangan piutang tak tertagih merupakan suatu metode akuntansi yang mengacu pada prinsip akuntansi konservatisme atau kehati-hatian, dan sebagai alat bagi perusahaan untuk menaksir risiko atas kemungkinan tidak tertagihnya suatu potensi pendapatan yaitu piutang. Terdapat dua metode untuk mengakui kerugian piutang tak tertagih yaitu metode langsung dan metode cadangan.

Pada metode cadangan, terdapat beberapa pendekatan untuk menaksir besarnya risiko piutang tak tertagih yaitu pendekatan laporan laba yang mendasarkan risiko piutang tak tertagih pada besarnya penjualan di periode sekarang, dan pendekatan laporan posisi keuangan atau neraca yang mendasarkan risiko piutang tak tertagih pada besarnya saldo piutang akhir periode.

Untuk pendekatan laporan posisi keuangan terdapat 3 cara yaitu (a) Jumlah taksiran piutang tak tertagih dinaikan sampai prosentase tertentu dari saldo piutang akhir periode, (b) taksiran piutang tak tertagih ditambah dengan prosentase tertentu dari saldo piutang, dan (c) jumlah taksiran piutang tak tertagih dinaikkan hingga suatu jumlah yang dihitung dengan menganalisa umur piutang.

Setelah menaksir risiko piutang tak tertagih maka perusahaan dapat menghapus piutang-piutang yang tidak dapat tertagih, namun penghapusan piutang ini memerlukan otoritas dari manajemen ataupun yang berwenang dan berkompeten dalam mengelola penjualan kredit perusahaan, jika diketahui bahwa klien atau pelanggan selaku debitor benar-benar tidak mampu membayar maka piutangnya bias dihapuskan, misalnya debitor mengalami kebangkrutan atau telah meninggal. Debitur tidak perlu mengetahui adanya penghapusan piutang tersebut, jika seandainya terjadi pembayaran terhadap piutang setelah piutang tersebut dihapus maka perusahaan harus memunculkan piutang kembali untuk mencatat penerimaan kas tersebut.

Berbeda dengan metode cadangan, pada metode penghapusan langsung risiko pada piutang ditiadakan tetapi ketika terjadi piutang tak tertagih langsung diakui sebagi kerugian perusahaan. Biasanya digunakan untuk piutang-piutang yang jumlahnya tidak material dan umumnya digunakan oleh perusahaan kecil karena segi kepraktisannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>